Selasa, 03 April 2012

Puisi Yang Tak Pernah Ku Tulis

Ketika embun mulai meresap ke dalam daun

Kau baru bernama kuncup

Hijau dan sangat mempesona

Sepasang mimpi bergayut di matamu

Seperti warna pelangi diantara langit dan bumi



Jari-jari matahari masih serupa sutra

Yang lembut, hangat saat didekap

Bahkan diantara dahan dan rumput

Gemersik kabut terlihat menggeliat

Aroma pagi belum lagi pergi



Tapi mengapa puisi itu tak pernah kutulis

Menjadi rangkaian sajak dengan diksi manis

Jari-jariku gemetar ketika hendak menuliskan sebuah nama

Sedangkan kau seharusnya teramat indah, dari yang paling indah

Karena kau terlahir dari terdalam jiwa



Kata-kata yang tak pernah habis kuungkap

Airmata yang tak pernah kering untuk kutangisi

Sampai hari ini aku tak mampu mengukur waktu

Jarak yang makin membuatku tersedu

Mengalir sejarak dengan waktu

Yang tak lagi mungkin dapat kusentuh

Betapapun indah symphony cinta

Yang tercipta dari alunan kesedihan

Hapus dan kenanglah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar